Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wanita pertama yang masuk surga, Apakah dari keluarga Rasulullah ?

 


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, kembali lagi di blog perpusta untuk kali ini kita akan membahas siapa wanita pertama yang masuk kedalam surga ?

Tapi sebelum masuk ke pembahasan utama kita akan sedikit membahas tentang keistimewaan wanita dalam islam, agar semua wanita tahu kalau dirinya sangat berharga juga sangat istimewa sampai di bandingkan dengan 70.000 bidadari 

Ada lagi pertanyaan jika wanita istimewa maka timbul pertanyaan apakah doa seorang wanita lebih makbul daripada seorang lelaki, hal ini disebabkan sifat penyayang yang lebih besar dari seorang lelaki, dan hal ini pernah ditanyakan kepada baginda Rasulullah SAW, beliau menjawab : " Ibu lebih penyayang dari pada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia ".

Dan keistimewaan wanita juga di singgung dari beberapa hadist bahkan dalam ayat Al-Quran juga menjelaskan tentang keistimewaan seorang wanita diantaranya  ilah :

Wanita salihah lbih baik dari pada bidadari hal ini sesuai dengan sabda Baginda Rasulullah SAW: " Perempuan berjenis manusia asal dunia lebih utama daripada para bidadari surga 70.000 kali lipat". hal ini sudah jelas jika wanita taat dan mengikuti apa yang di perintahkan agama .

Jangan salah wanita yang salih adalah perhiasan dunia, hal ini dituangkan dalam ayat alquran surat An-nisa ayat yang ke 34 yang artinyta : Laki laki ( suami ) itu pelindung bagi perempuan ( istri ), karena Allah telah menelibhkan sebagian mereka ( laki laki ) atas sebagian yang lain ( perempuan ) dan karena mereka  ( laki laki ) telah memberi nafkah dari hartanya.

Begitu istimewanya seorang perempuan jika di tahu harus bagimana, tetapi kebabnayak wanita terlena dengan pujian dan jauh dari sariat sehingga merek menjadi perhiasan mata lelaki karena sering membuka aurat kepada yang baukan mahramnya.

memang  seorang wanita dalam islam sangat di istimewakan akan tetapi seorang muslimah jangan lupa banyak juga dosa  yang tak sadar di lakukan oleh seorang wanita untuk meningatkan kamu bisa baca di bawah ini. 

melakukan pernikahan sejenis atau penyuka sesama jenis dijaman sekarang banyak sekali yang melakukannya bahkan mereka memproklamirkan diri kalau dulu agak sembunyi sembunyi sekarang terang terangan bahkan ada negara yang membolehkan pernikahan sesama jenis tentu saja hal ini termasuk dalam golonga zina bahan bisa serupa berzina dengan lelaki.

Berkhalawat dan menolak jamahan, di jaman yang serba canggih kata pacaran atau melakukan hubungan tanpa setatus pernikahan bukan perkara yang tabu banyak sekali anak anak yang masih sekolah melakukan " pacaran " bahkan sebagian dari mereka melakukan hubungan sebagai mana suami dan istri.

Perlu para perempuan ketahui bahwa jika merka berkhalawat dan berbincang di tempat sunyi berdua dengan pria yang bukan mahram merupakan sebuah dosa yang sangat di benci Allah SWT, Bahkan Baginda Rasulullah SAW juga bersabda jika seorang istri membiarkan dirinya di jamah oleh pria lain, maka boleh diceraikan hal ini menunjukan jika perbuatan  tersebut merupakan dosa besar dalam ajaran Islam.

Bertatto atau mentato merupakan perkara yang banyak di lakukan dijaman sekarang perlu kaum hawa ketahui jika hal ini termasuk perbuata berdosa dan haram dalam islam, dalam islam mentato tubuh dipandang bukan sebuah karya seni yang harus diakui tetapi hal ini merupakan disa besar yang akan mendatangkan laknat Allah, bukan saja yang di tato tetapi orang yang mentatinya juga sama.

Berpakaian tapi telanjang merupakan kebiasaan wanita jaman sekarang mereka rasanya tidak akan malu memakai pakaian ketat untuk olahraga misalnya untuk senam atau lari santai kebanyakan dari wanita sangat suka memakai pakaian yang menampilkan hampir semua lekuk tubuh mereka seakan bangga di lihat lelaki dan di puji akalau tubuh mereka itu bagus tetapi berpakaian ketat bisa mendapat pahala ketika di lakukan kepada suami agar suami senang.

Merubah fisik, bagi seorang wanita yang merubah bentuk,rupa,warna dan juga fungsi merupakan dosa wanita yang paling dibenci Allah SWT, perubahan fisik yang dimaksud seperti merubah bagian tubuh untuk mempercantik diri misalnya, melakukan oprasi untuk merubah tinggi, impalan payudara,sedot lemak, memancungkan intinya mereka merubah diri untuk mempercantik diri bukan untuk mengobati penyakit. perubahan fisik yang dilakukan hanya untuk tampil sempurna di hadapan laki laki yang bukan mahramnya.

Menyambung rambut agar terlihat mempesona dan cantik, jaman sekarang soial menyambung rambut sangat mudah baik itu dengan rambut asli atau palsu walau serupa dengan rambut juga berbeda sangat di haramkan hukumnya dan tentu saja tujuan utamanya agar terlihat cantik dan sudah pasti mereka tidak akan mau memakai hijab karena ingin memperlihatkan rambutnya.

kalau kita bahas banyak sekali perbuatan sepele yang akan menjadi dosa bagi seorang perempuan dan hal ini berimbang dengan keistimewaan wanita dalam islam jika mereka taat dan melakukan sesaui dengan sariat maka wanita tersebut sangat istimewa, setelah panjang lebar kita masuk keinti pembahasan yaitu tentang siapa wanita pertama yang masuk surga.

Suatu ketika, Siti fatimah bertanya kepada Rosulullah. Siapakah Perempuan yang kelak pertama kali masuk surga? Rosulullah menjawab:” Dia adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah”.

Siti Fatimah terkejut. Ternyata bukan dirinya, seperti yang dibayangkannya. Mengapa justru orang lain, padahal dia adalah putri Rosulullah sendiri? Maka timbullah keinginan fatimah untuk mengetahui siapakan gerangan permpuan itu? Dan apakah yang telah di perbuatnya hingga dia mendapat kehormatan yang begitu tinggi?

Setelah minta izin kepada suaminya, Ali Bin Abi Thalib, Siti Fatimah berngkat mencari rumah kediaman Muti’ah. Putranya yang masih kecil yang bernama Hasan diajak ikut serta.

Ketika tiba di rumah Muti’ah, Siti Fatimah mengetuk pintu seraya memberi salam, “Assalamu’alaikum…!”

“Wa’alaikumussalaam! Siapa di luar?” terdengar jawaban yang lemah lembut dari dalam rumah. Suaranya cerah dan merdu.

“Saya Fatimah, Putri Rosulullah,” sahut Fatimah kembali.

“Alhamdulillah, alangkah bahagia saya hari ini Fatimah, putri Rosululah, sudi berkunjung ke gubug saya,” terdengar kembali jawaban dari dalam. Suara itu terdengar ceria dan semakin mendekat ke pintu.

“Sendirian, Fatimah?” tanya seorang perempuan sebaya dengan Fatimah, Yaitu Muti’ah seraya membukakan pintu.

“Aku ditemani Hasan,” jawab Fatimah.

“Aduh maaf ya,” kata Muti’ah, suaranya terdengar menyesal. Saya belum mendapat izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki.”

“Tapi Hasan kan masih kecil?” jelas Fatimah.

“Meskipun kecil, Hasan adalah seorang laki-laki. Besok saja Anda datang lagi, ya? saya akan minta izin dulu kepada auami saya,” kata Mutiah dengan menyesal.

Sambil menggeleng-gelengkan kepala , Fatimah pamit dan kembali pulang.

Besoknya, Fatimah dating lagi ke rumah Muti’ah, kali ini ditemani oleh Hasan dan Husain. Beritga mereka mendatangi rumah Muti’ah. Setelah memberi salam dan dijawab gembira, masih dari dalam rumah Muti’ah bertanya:

“Kau masih ditemani oleh Hasan, Fatimah? Suami saya sudah memberi izin.” “Ha? Kenapa kemarin tidak bilang? Yang dapat izin cuma Hasan, dan Husain belum. Terpaksa saya tidak bisa menerimanya juga, “ dengan perasaan menyesal, Muti’ah kali ini juga menolak.

Hari itu Fatimah gagal lagi untuk bertemu dengan Muti’ah. Dan keesokan harinya Fatimah kembali lagi, mereka disambut baik oleh perempuan itu dirumahnya.

Keadaan rumah Mutiah sangat sederhana, tak ada satupun perabot mewah yang menghiasi rumah itu. Namun, semuanya teratur rapi. Tempat tidur yang terbuat dengan kasar juga terlihat bersih, alasnya yang putih, dan baru dicuci. Bau dalam ruangan itu harum dan sangat segar, membuat orang betah tinggal di rumah.

Fatimah sangat kagum melihat suasana yang sangat menyenangkan itu, sehngga Hasan dan Husain yang biasanya tak begitu betah betah berada di rumah orang, kali ini nampak asyik bermain-main.

“Maaf ya, saya tak bisa menemani Fatimah duduk dengan tenang, sebab saya harus menyiapkan makan buat suami saya,” kata Mutiah sambil mondar mandir dari dapur ke ruang tamu.

Mendekati tengah hari , maskan itu sudah siap semuanya, kemudian ditaruh di atas nampan. Mutiah mengambil cambuk, yang juga ditaruh di atas nampan.

“Suamimu bekerja dimana?” Tanya Fatimah

“Di ladang,” jawab Muti’ah.

“Pengembala?” Tanya Fatimah lagi.

“Bukan. Bercocok tanam.”

“Tapi, mengapa kau bawakan cambuk?”

“Oh, itu?” sahut Mutiah denga tersenyum.” Cambuk itu kusediakan untuk keperluan lain. Maksudnya begini, kalau suami saya sedang makan, lalu kutanyakan apakah maskan saya cocok atau tidak? Kalau dia mengatakan cocok, maka tak akan terjadi apa-apa. Tetapi kalau dia bilang tidak cocok, cambuk itu akan saya berikan kepadanya, agar punggung saya dicambuknya, sebab berarti saya tidak bisa melayani suami dan menyenangkan hatinya.”

“Apakah itu kehendak suamimu?” Tanya Fatimah keheranan.

“Oh, bukan! Suami saya adalah seorang penuh kasih sayang. Ini semua adalah kehendakku sendiri, agar aku jangan sampai menjadi istri yang durhaka kepada suami.”

Mendengar penjelasan itu, Fatimah menggeleng-gelengkan kepala. Kemudian ia meminta diri, pamit pulang.

“Pantas kalau Muti’ah kelak menjadi seorang perempuan yang pertama kali masuk surga,” kata Fatimah dalam hati, di tengah perjalannya pulang, “Dia sangat berbakti kepada suami dengan tulus. Prilaku kesetiaan semacam itu bukanlah kambing perbudadakan wanita oleh kaum lelaki, Tapi merupakan cermin bagi citra ketulusan dan pengorbanan kaum wanita yang harus dihargai dengan prilaku yang sama.”

tak hanya itu, saat itu masih ada benda kipas dan kain kecil.

“Buat apa benda ini Muthi’ah?” Siti Muthi’ah tersenyam malu. Namun setelah didesak iapun bercerita. “Engkau tahu Fatimah, suamiku seorang pekerja keras memeras keringat dari hari ke hari. Aku sangat sayang dan hormat kepadanya. Begitu kulihat ia pulang kerja, cepat-cepat kusambut kedatangannya. Kubuka bajunya, kulap tubuhnya dengan kain kecil ini hingga kering keringatnya. Ia-pun berbaring ditempat tidur melepas lelah, lalu aku kipasi beliau hingga lelahnya hilang atau tertidur pulas”

Sungguh mulia Siti Muthi’ah, wanita yang taat kepada suaminya. maka tidaklah salah jika dia wanita pertama yang masuk surga.

Dari sini seharusnya kebanyakan wanita tidak salah dalam memilih jalan jangan jadikan dunia ini menjadi tempat kesenangan yang menipu, karena abadi bukan di sini dunia hanya tempat persinggahan menuju keabadian.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca, jika artikel ini bermanfaat buat kamu silahkan share agar lebih banyak orang mengetahuinya, untuk mensupport kami dalam membuat konten lainnya klik tombol " Ikuti " agar kami bisa terus menulis di sini dan kamu akan mendapatkan artikel terbaru setiap harinya secara " Gratis ".

Posting Komentar untuk "Wanita pertama yang masuk surga, Apakah dari keluarga Rasulullah ?"